Bandingkan biaya jangka panjang sebenarnya dari menyewa versus membeli rumah. Pertimbangkan cicilan KPR, pajak properti, perawatan, kenaikan sewa, dan return investasi untuk membuat keputusan perumahan yang paling cerdas.
Rekomendasi
Beli Lebih Baik
Biaya Bersih Beli
Rp137,649
Total Biaya Sewa
Rp247,620
Ekuitas Rumah
Rp232,998
Faktor utama termasuk berapa lama berencana tinggal, kondisi pasar lokal, dan stabilitas keuangan.
Umumnya membeli lebih menguntungkan setelah 5-7 tahun.
Return potensial yang hilang karena menggunakan uang muka untuk rumah alih-alih investasi.
Biaya penutupan biasanya berkisar 2-5% dari harga pembelian dan mencakup biaya penilaian, asuransi kepemilikan, biaya pengacara, biaya originasi, dan pajak/asuransi prabayar. Biaya di muka ini merupakan faktor signifikan dalam perhitungan sewa-vs-beli.
Apresiasi properti adalah kenaikan nilai rumah Anda seiring waktu. Secara historis, harga rumah di AS naik sekitar 3-4% per tahun, tetapi ini sangat bervariasi berdasarkan lokasi dan kondisi pasar. Apresiasi membangun ekuitas dan merupakan manfaat keuangan utama dari kepemilikan rumah.
Pemilik rumah membayar pajak properti (0,5-2,5% dari nilai per tahun), asuransi pemilik rumah, perawatan dan perbaikan (anggarkan 1-2% dari nilai rumah per tahun), biaya HOA jika berlaku, dan potensi PMI. Biaya-biaya ini bisa menambah 30-50% di atas cicilan KPR Anda.
Asuransi penyewa jauh lebih murah ($15-30/bulan) dan mencakup barang pribadi dan tanggung jawab. Asuransi pemilik rumah biayanya $100-300+/bulan dan mencakup struktur, barang, dan tanggung jawab. Asuransi pemilik gedung mencakup bangunan, bukan barang pribadi Anda.
Pengurangan bunga KPR memungkinkan Anda mengurangkan bunga yang dibayarkan pada hutang KPR hingga $750.000 jika Anda merinci pajak. Namun, sejak pengurangan standar dinaikkan, lebih sedikit pemilik rumah yang mendapat manfaat dari merinci. Penghematan pajak saja seharusnya tidak menjadi dasar keputusan membeli Anda.